Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menjalankan Bisnis dengan Anggota Keluarga

Cara Menjalankan Bisnis dengan Anggota Keluarga
MAWABEJA.COM - Berbisnis bersama keluarga juga menjadi pilihan bagi sebagian orang. Beberapa alasannya adalah karena dengan keluarga akan bisa menjalaninya dengan lebih baik dan keuntungannya bisa semakin besar. Selain itu juga bisa menjalin hubungan kekeluargaan agar menjadi harmonis.

Namun, yang namanya bisnis terkadang tetap ada saja kendala yang harus dihadapi. Untuk itu, inilah beberapa tips yang dapat dilakukan saat menjalankan bisnis bersama keluarga !

Komunikasi

Komunikasi yang baik dan jelas adalah hal utama yang perlu dilakukan saat memulai bisnis. Hal itu penting supaya saat bisnis telah berjalan dan terjadi suatu hal maka tak ada pihak yang merasa sangat terkejut. Membicarakan bisnis sejak awal dengan anggota keluarga harus dilakukan dengan detail supaya nantinya akan menjadi lebih lancar saat menjalankah usahanya.

Hitam di Atas Putih

Perjanjian hitam di atas putih tak boleh dilupakan meskipun bisnis ini dijalankan bersama keluarga. Hal ini akan sangat membantu ketika terjadi masalah ataupun kendala saat usaha dijalankan. Buatlah perjanjian sebijak mungkin dan mendapatkan persetujuan dari anggota keluarga yang turut mengikuti bisnis.

Jika perlu, untuk bisnis yang berskala besar sebaiknya mintalah bantuan pengacara saat melakukan perjanjian. Dengan begitu setiap pihak akan merasa lebih baik dan hubungan keluarga tetap harmonis.

Pembagian Kerja

Lakukan pembagian kerja pada setiap anggota. Ini juga menjadi pembagian tanggung jawab dari setiap anggota untuk bekerja. Dalam berbisnis terkadang terjadi masalah mengenai tanggung jawab pekerjaan, maka dari itu melakukan pembagian kerja adalah tindakan yang sepatutnya dilaksanakan.

Profesional

Bisnis dengan siapapun, tindakan dan pemikiran profesional merupakan hal penting yang perlu dilaksanakan. Apabila terjadi konflik yang tak terduga bersama keluarga, selesaikanlah dengan baik, apalagi menyangkut masalah pribadi.

Jangan sampai masalah pribadi menjadi bumerang dan membuat bisnis yang susah payah dibangun malah terbengkalai. Ingat, uang atau urusan dunia yang lainnya itu sangat sensitif, berhati-hatilah.